Croissant’s Story

Lapar.com – Pernahkah Foodlovers bertanya-tanya, mengapa roti Croissant asal Prancis itu berbentuk seperti bulan sabit? Konon, hal itu adalah sebagai perwujudan dari bulan sabitnya Islam (Islamic Crescent).

Croissant diciptakan pertama kali pada tahun 1686 di Budapest, Hongaria. Saat itu, pasukan Turki mengepung dan menyusup melalui terowongan bawah tanah. Seorang tukang roti yang sedang bekerja di ruang bawah tanah mendengar suara-suara dari balik dindingnya. Ia melapor pada tentara kota, dan serangan pasukan Turki pun berhasil digagalkan.

Sebagai hadiah, sang pembuat roti hanya meminta hak tunggal untuk membuat pastry khusus untuk memperingati peristiwa bersejarah itu. Ia pun membuat roti berbentuk bulan sabit (crescent) yang merupakan simbol dari Kerajaan Turki Utsmani. Dengan membuat roti dengan bentuk seperti itu, mereka seolah-olah menyantap pasukan Turki dan kaum Muslim lainnya.

Cerita yang menarik, bukan? Kisah itu muncul pada tahun 1938 di sebuah referensi Makanan Prancis, Larousse Gastronmique, dengan setting cerita yang sempat berpindah ke Wina, Austria. Sejarah Croissant tersebut banyak dikenal luas oleh masyarakat. Sayang, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa cerita itu benar. Kisah Croissant di atas kemungkinan besar hanya rekayasa. Bisa dibilang, sejarah gelap roti Croissant adalah salah satu mitos di dunia Kuliner.

Kenyataannya adalah, bahwa tidak ada yang tahu dimana dan kapan Croissant pertama kali dibuat. Yang pasti, bukan di Budapes atau di Wina, melainkan di Prancis. Kata Croissant pertama kali muncul dalam kamus pada tahun 1863. Diduga, Croissant muncul tak lama sebelum itu, tidak kurang dari tahun 1850.

Resep Croissant dipublikasikan tahun 1891. Akan tetapi, resep itu menghasilkan roti Croissant yang berbeda dengan yang kita kenal sekarang. Resep yang menjadi asal mula Croissant sekarang baru ditemukan tahun 1905; masih di Prancis.

Saat ini Croissant adalah roti yang selalu disajikan hampir setiap sarapan pagi di Eropa dan Amerika. Di Prancis, Croissant dibuat tanpa isi dan dimakan tanpa ditambah mentega. Sementara di negara-negara lain, Croissant bisa diisi dengan cokelat, daging, dan lain sebagainya.

Deal, Kupon, Makan, Makanan, Resto, Restoran, Tempat Makan, Diskon, Diskon Makan, Diskon Murah, Makan Murah, Wisata Kuliner, Makan makan, Kuliner

lapar.com ? mau makan murah setiap hari ? mau Makanan Top dengan harga edan.. potongan harga hingga 90% setiap harinya.
Source:




Related posts

coded by nessus

This entry was posted by admin on Friday, January 20th, 2012 at 7:11 pm and is filed under food magazine . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
You do not have permission to comment on

3 Responses to Croissant’s Story

  1. I’ll return to check on future articles.I find it truly well structured. Congratulations to the creator of the website

  2. Hey – nice website, just looking around some websites, seems a really nice platform you are using. I’m currently using WordPress for a few of my sites but looking to change one of them over to a platform similar to yours as a trial run. Anything in particular you would recommend about it?

  3. uggs on sale says:

    I will bookmark your blog and have my children check up here often. Thumbs up!